thousand photos of you,
unforgotten histories about you,
magical times with you,
left marks with vivid picture of you,
in my rotten damaged brain because of you,
no more breath left for me without you…
apakah seseorang pake otak,
saat mengharapkan kesetiaan
disaat dia mencurangi seseorang?!
ditidak sadarnya dia akan kebebasan,
dia mendamba kesetiaan,
suatu hal yang absurd…
anjing.anjing.anjing. cowo anjing.
ngaku2 kaga punya duit… disuruh dateng kaga mau alesan kaga punya duit… taunya ditelpon off…libur… pulang…. duit darimana?!… pulang ke rumahmu it’s okay… tapi ini kemana? lu kan kaga punya bensin, yang ngasi duit bensin juga gue,… cewe lain lagi?!… bohongin gue lagi ?!… kurang bikin gue cacat seumur idup?!… meh cilaka siah… ngaboong ka aing!!!
belanja ngabisin duit… ga guna…
jalan2 beli film…. ga guna…
sms ngegangguin org2…. ga guna…
marah dalem hati….
cape temperamental
cape ngamuk2
cape marah…
anjing.anjing.anjing. gue cape dibohongin…
nyoba jadi…
sutradara… udah
script writer,
actrees,
art director,
indie film producer,
cewe kantoran,
teknisi komputer,
trainer,
customer relation,
housing lawyer,
marriage lawyer
waitress,
juicer,
dining manager,
restaurant financial executor,
english narrator,
english teacher,
junior high private teacher,
thesis translater,
make up artist,
facial treatment,
high private teacher… udah smua
terakhir… ga mampu juga jadi guru privat SD
saatnya ganti pekerjaan…
I’m not a chameleon… just someone who learn to be the best… coz I’m a girl who can’t stand the failure… coz I’ve been… and always do my best… tryin to be the best… always search 4 somethin new… learn somethin new… learn to be the best… to be a better person… till I found a place where I truly belong….
- humble room, monday mornin, setelah trima sms anak didik SD akhirnya dapet nilai jelek -
batasan antara kehendak manusia dan kehendak-Nya…
berpikir ga… dimana batas antara kehendak-Nya dan kehendak manusia ?!
isu yang termudah adalah soal hubungan percintaan… pada kasus ‘main belakang’… alias guna - guna ( naudzubillahi min dzaliq ) ga sedikit orang yang pastinya penasaran… kalau sampai terjadi… dengan pacarnya mereka pisah… atau mereka merasa sang pacar tiba - tiba berubah… yang di guna - guna supaya jadi kasar lah… seolah ada awan hitam disekitar dia lah ( been there.. been judged by that ).. supaya jadi ga kenal lah ( kenapa ga ada guna - guna yang ngebuat pacar jadi baik yak :-/ .. owh… itu si bukan tujuan utama yak ;)) ) … dan ga sedikit orang juga yang akhirnya… ‘memeriksakan’ keadaan janggal si pacar ini ke ‘orang pintar’ ( naudzubillahi min dzaliq )…
buat gue sih… mau diguna - guna kek… mau dipisahin sama orang tua kek… kalo seseorang sudah dijauhkan dari kita… ya sudah waktunya… dia pergi dari kehidupan kita… alias… bukan jodoh lagi… bukan orang yang baik bagi kita lagi… inget… SEGALA HAL DIDUNIA ADALAH MERUPAKAN TITIPAN DARI-NYA… baik itu harta, jabatan, anak, maupun pasangan jiwa… jadi kenapa kita musti ngotot… musti usaha lagi lebih keras… kalo sesuatu itu memang ditakdirkan sudah tidak lagi untuk kita… dimana batas antara kehendak-Nya dan kehendak kita ?!… ya kita berusaha… kita ikhtiar… Dia yang menentukan…
yang mengusik benakku adalah…
bagaimana… cara kita berpikir dipengaruhi oleh-Nya ?!… sebelum aku ngotot… aku menelaah lebih jauh… smua jawaban dari kekasihku… kenapa… kenapa… dan kenapa… jawabannya seperti yang sulit diterima oleh nalarku… ga masuk di rasio ku… tidak nyata menurut rumusan otakku… urusan bener apa ngga itu si wallahu alam… tapi yang benar - benar mengganggu adalah…
apakah caraku berpikir… cara otakku menerima rasio dan nalar… dipengaruhi oleh-Nya juga ?!… bahwa sang kekasih…. seperti yang mencari - cari alasan… seperti yang menutupi kenyataan… dan intuisi memegang peranan… jadi dimana letak MANUSIA BEBAS BERKEHENDAK ?!… kalau dalam pikiranpun dikendalikan oleh-Nya ?!… mengingat… TAK ADA SEHELAI DAUNPUN JATUH TANPA SEIZIN-NYA… dimana letak kebebasan hati dan otak manusia ?!… saat positif lalu diberi mood negatif ?!… seperti aku ini yang ga juga beranjak buat ngerjain tugas…
hm… kebebasan berkehendak yang semu…
- humble room 010109, setelah tutup telpon, dengar alasan, dan kehilangan kenyamanan -
sakit..
sakit hati…
sakit jiwa…
moga - moga sakit badan juga…
buat apa idup ga pake cinta…
karma..
karma bokap…
karma nyokap…
ga pengen percaya…
tapi kejadian…
dan akhir tahun aku sakit terisak dalam kehampaan…
kau ngga lagi care…
ibu yang mengasuhku…
bentuk dendammu pada ayahku ?!…
plis deh… bukan aku yang minta diasuh olehmu…
adeku ?!… jangan ditanya dia belum juga melek…
kau ingkar janji lagi…
sang kekasih hati…
si cinta mati…
jadi cinta ini kubawa menyepi…
kalian ga liat ?!
aku idup…
aku bernapas…
aku bisa merasa…
aku ngluarin air mata…
aku organisme hidup yang kalian sakiti…
kalian ga peduli… tapi sok peduli…
kalian ga mau tau… tapi sok nanya - nanya…
aku ga butuh basa basi…
aku butuh tulus hati…
lihat aku…
zombie hidup yang masih bernapas…
hasil perbuatan keji…
sesuatu yang tidak diinginkan…
hampir mampus menjadi berguna pun tetap tak diperhitungkan…
hasil karma…
hasil sumpah serapah…
hasil objek yang disakiti…
jadi jangan lagi…
ada keturunanku seperti ini… ( klo bakal sama mending jangan lahir deh )
atau diri - diriku yang lain yang juga tersakiti…
tuntaskan smua penyakitan…
hapuskan smua sumpah - sumpahan…
jika itu harus memutus hubungan…
dan kalian ku maafkan…
demi jelang cerahnya masa depan…
dengan hati yang kuharap tak lagi membeku…
di tahun yang baru…
- humble room, 311208 11:10pm, tanpa orang tua, saudara, dan cinta -
sori beib…
kutulis juga tentangmu…
sekedar mengusir resah…
jenuh dari pikiran sampah…
menangkap sari…
dari kupu - kupu yang mungkin ( biasanya begitu ) kan pergi…
( walau kuberharap tidak )
…harusnya aku bercermin pada diriku ya… anak broken home seperti kita… ngga bisa sedikitpun kena pressure… aku slalu ngabur klo dapet brita sedih dari ade dan ibu… seharusnya aku juga berpikir kamu begitu… ya jelas bakal ngabur setiap aku curhat kekamu… kamu bukan tempat sampahku… jadi kita sekadar teman… sekadar have fun… kamu terbuka… supaya pikiranku membuka… bahwa ada orang sepertiku… yang telah melewati masa suram lebih dulu…
beri tahu aku tempat pijakan itu…
yang membawamu melesat kelangit…
dari palung laut nan gelap dan dalam…
dan bagaimana…
melantunkan…
kepingan esensi yang menempatkanmu…
di tempat - tempat tertinggi…
ku tak ingin kehilangan jiwa… yang bisa membawaku jauh tenggelam lebih dalam dari hal apapun yang kelam… dan ( kuharap ) bisa membawaku melesat lebih tinggi… lebih tinggi dari atmosfer bumi… membawaku pada ketenangan… semesta dalam kehampaan… jadi kutulis tulisan ini… dan pengetahuannya akan kubawa mati… tanpa kau ketahui… agar kau tak pergi… seperti jiwa lain sebelummu yang datang membawa sepi… kemudian pergi meninggalkanku sendiri…
telah kuketahui tentangmu…
air…
itu kamu…
bukan air sumber kehidupan
bukan air sumber kesehatan
sekedar sifat..
sekedar watak..
tak bisa kutepuk sedikit
kau sensi…
karena permukaanmu tipis…
dan aku dibuat meringis…
baik itu negatif…
maupun positif…
jadi… cuma bisa ngambang deh…
tak bisa kutekan lebih dalam…
karna aku bisa tenggelam…
karna aku api… bisa mati…
bermain bersamamu…
menampung kamu…
bisakah kujadi wadahmu ?!
hanya waktu yang tau…
- humble room 271208, malam minggu tanpa kamu -
kalo ditanya…
kamu idealis atau realistis..?
aku bisa bilang… saya idealis dalam pemikiran… realistis dalam ucapan… tapi malah sering liberalis dalam tindakan…
mungkin saya adalah liberalis yang bermimpi realistis dan bercita - cita jadi idealis
idealis realist liberalism ya???
kayanya… alam ngga rela aku ungkap teorinya neeh… koneksi ke junkthought rada susah… jadi sementara ditesti dulu…
REVIEW PELACUR KEHIDUPAN
pada kehidupan aku mengabdi
pada kehidupan aku mati emosi
tanpa cinta… tanpa rasa…
demi mendapat napas pada badan yang tersisa…
seperti pelacur yang mendapat uang tanpa rasa…
dikehidupanlah aku melacur…
tanpa hati yang telah lama hancur…
-pelacur kehidupan-
3 November 2008, by Vina
TERUS TERANG WAKTU BIKIN PUISI INI THE IDEA JUST POP FROM MY HEAD.. DAN KUTULIS.. GA TAU KLO SEBELUMNYA ADA TULISAN TENTANG-PELACUR KEHIDUPAN-JUGA ( TEORI SAYA TENTANG TERLALU BANYAK MELIHAT KARYA SENI MALAH MEMBUAT KITA TIDAK KREATIF TERNYATA BENAR ).. SAYA TIDAK SUKA MEMBACA.. JADI KLO PEMIKIRAN SAYA SAMA DENGAN YANG LAINNYA.. YA BUKAN SALAH SAYA.. ATAU BUKAN KARENA SAYA MENIRU.. ( JADI KENAPA MUSTI RIBUT SOAL PEMBAJAKAN ATAU COPY CAT KALO DASAR PEMIKIRAN KITA SAMA ?! )
SAYA TEMUKAN TULISAN YANG LEBIH DULU TENTANG-PELACUR KEHIDUPAN-,seperti dikutip dari : http://www.voiceofjakarta.com/2008/05/28/para-pela cur-kehidupan/
“Para Pelacur Kehidupan”, kata-kata itu saya temukan beberapa waktu lalu di profile Friendster seorang sahabat, Cornelia. Entah mengapa saya menyukai kata-kata tersebut.
Dalam KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia, pelacur memiliki arti wanita tuna susila. Wanita yang menjual dirinya. Tapi dalam pengertian saya, para pelacur kehidupan merupakan orang-orang yang menjual dirinya untuk kehidupannya. Pelacur alias wanita tuna susila merupakan bagian dari para pelacur kehidupan. Bahkan kita pun merupakan para pelacur kehidupan.
Di ibukota negara seperti Jakarta, banyak kaum urban yang menetap. Gegar budaya pun kerap terjadi. Alhasil, gaya hidup yang tinggi pun menjadi suatu harga diri. Uang menjadi Tuhan. Dalam pemahaman saya, saat ini fenomena ini sedang melanda kaum urban di Jakarta. Menjadi para pelacur kehidupan. Tidak hanya terjadi pada perempuan tetapi juga para lelaki.
Banyak kaum urban yang bekerja di gedung mewah yang bertempat di kawasan bisnis dengan bayaran yang tinggi. Bayaran tinggi untuk menunjang gaya hidup yang tinggi. Tingkat stress pun menjadi tinggi. Bayangkan saja, berangkat dan pulang kerja terkena macet. Bekerja dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Rutinitas menjadi bagian dan hasilnya pun kepenatan yang tak kunjung hilang. Bekerja hanya menjadi suatu rutinitas yang tak ada rasa cinta didalamnya. Tak ada perasaan senang dalam menjalaninya. Hanya demi materi yang telah menjadi Tuhan untuk memenuhi gaya hidup. Inilah pemahaman saya terhadap para pelacur kehidupan.
Pernah hal ini saya perbincangkan dengan Cornelia ketika kami online via YM. Dan saya mendapatkan sebuah cerita menarik dari sahabat saya itu. Bahwa ada seorang wanita tuna susila yang pernah ia temui dan, ini yang menarik, wanita tuna susila tersebut bekerja karena ia menyukai sex. Materi yang ia dapat adalah nilai tambah. Menurut saya, ia tidak termasuk ke dalam para pelacur kehidupan walau profesinya adalah pelacur.
Tentang pekerjaan yang disenangi dan kemudian saya perbincangkan dengan Bang Ully Debrur, sangat menyenangkan jika kita menjalani pekerjaan yang disukai. Artinya kita tidak akan pernah terjebak dengan rutinitas yang membuat penat. Jika kita menyenangi pekerjaan kita, hal yang bersifat materi adalah nilai plus dari pekerjaan kita. Hal yang bersifat materi maupun bukan adalah nilai tambah. Dan secara keseluruhan, itu akan menjadi gaya hidup kita. Kita memiliki gaya hidup kita sendiri tanpa terpaku dengan gaya hidup tinggi kota besar. Pada akhirnya kita pun tidak akan menjadi salah satu dari para pelacur kehidupan.
Jakarta, 23 Mei 2008
Bunga
sementara yang terdapat pada VINA’S JUNKTHOUGHT : KISAH SEORANG PELACUR KEHIDUPAN (BASED ON TRUE STORY) berkata :
Pelacur. Profesi tersebut identik dengan kegiatan menjual diri,
entah apapun alasan yang melatarinya. Sedangkan pelacur
kehidupan adalah sebutan bagi mereka yang melacurkan diri
dalam upaya mempertahankan hidupnya. Namun para pelacur
kehidupan berbeda dengan pelacur biasa, yang semata menjual
tubuhnya demi kepentingan ekonomi maupun pemuasan
syahwat belaka. Dan mereka berbeda pula dengan para pekerja
keras, yang hanya menjual kemampuan fisik maupun pikirannya
untuk terus melanjutkan hidup. Predikat pelacur kehidupan
diberikan kepada mereka yang menjual segala yang ada dalam
diri mereka –fisik, kemampuan, hingga harga dirinya- demi
memastikan kelangsungan hidupnya di hari esok. Demi
memastikan kelangsungan hidup dan harga diri orang-orang
yang mereka kasihi.
Seorang VINA merupakan bukti nyata keberadaan para pelacur
kehidupan. Dalam usianya yang baru menginjak 27 tahun,
seorang VINA telah mewarnai hidupnya dengan berbagai corak
dan pengalaman hidup. Kerasnya kehidupan menempanya…
YANG SAYA PIKIRKAN ADALAH
APAKAH BENAR.. SEPERTI TEORI SAYA ( SENDIRI ) ALAM MULAI KEHILANGAN IDE VARIATIFNYA…
ATAU MEMANG BEGITU CARA KERJA ALAM… SEPERTI TEORI FIKSI ILMIAH YANG DIKEMUKAKAN STEPHEN KING DALAM BUKUNYA -CELL- BAHWA SELURUH MANUSIA ADALAH SEBUAH ORGANISME TUNGGAL YANG MEMPUNYAI DASAR PEMIKIRAN SAMA….
ATAU BEGITUKAH ALAM BEKERJA SEPERTI TEORI THE SECRET… APA YANG MENJADI MAYORITAS PEMIKIRAN MANUSIA… ITULAH YANG AKAN DIBENTUK OLEH ALAM…
INI JUGA MENGACU PADA KESIMPULAN… JIKA KESELURUHAN MANUSIA MEMANG SATU ORGANISME TUNGGAL TERSEBUT YANG MAMPU MENGGERAKKAN ALAM… MAKA AGAMA JUGA BENAR.. BAHWA MANUSIA MERUPAKAN BAGIAN DARI TUHAN.. YANG MENGGERAKKAN ALAM…
JADI… APAKAH MANUSIA ADALAH TUHAN ITU SENDIRI?! WALLAHU ALAM…
-TEORI SESAT YA???? KEKEKEKE….
kutemani lelapnya mereka
bukan kebutuhan fisik semata
tapi untuk meresapi
mengecap arti
inti dari esensi
akan sebuah bentuk kehidupan
menafsirkan sepenggal perasaan
menemukan sebuah jawaban
dari pertanyaan tentang kehidupan
kau yang terakhir
kau yang termahir
dalam menggoreskan arti diri
mematikan sekian emosi
akan kekecewaan
ataupun penolakan
mengubur masa lalu dan penderitaan
menyisakan hanya kebijaksanaan
menyebutmu…
adalah permohonan pada semesta
untuk meluncurkan gelombang keberuntungan
pada sebuah kehidupan
-suatu pagi di humble room, setelah 3x mendapat keberuntungan-
pada kehidupan aku mengabdi
pada kehidupan aku mati emosi
tanpa cinta… tanpa rasa…
demi mendapat napas pada badan yang tersisa…
seperti pelacur yang mendapat uang tanpa rasa…
dikehidupanlah aku melacur…
tanpa hati yang telah lama hancur…
-pelacur kehidupan-
3 November 2008, by Vina
I’ve killed my sense each time you talked about great peoples around us, mom…
for I’ve killed my hopes and dreams which are gettin for to reach…
cause there’s a time when I choose myself to be a guardian angel in a human form..
for I couldn’t develop an ego of my own…
for I couldn’t left my mom alone…
the wrinkles may appear… the back may gettin lower…
but I’ll always keep my heart young, strong and wise for you mom…
let her freely high flying, your daughter the only one, for times she’s been suffering …
then let me be the woman without age for I’ll always be there for you mom…
till death do us apart…
didingin malam…
diderasnya hujan…
kesadaran akan kebebasan…
tetap mendamba kesetiaan…
another reason why I’m being single,
adrienne memutuskan telpon dengan suara asing itu.. dibising kendaraan.. dikencang angin yang menerpa wajahnya.. ia temukan sunyi.. sepi yang membekukan jiwa.. slamat tinggal kekasihku.., kau telah memilih untuk kehilangan aku..
sisi tergelap dari manusia - manusia yang menyiksamu telah kau temukan…
kau ketahui dan kaurasakan…
kau nikmati dan kau resapi…
hingga lengkap smua jawaban…
sempurna sudah hidupmu… adrienne…
- humble room, dengan mata sembab -
males review… tapi merasa harus… karna es pe te be es… tiap abis nemu karangan my fave Stephen King… pasti aja bikin tidur ga tenang ato bangun tidur ketakutan… serasa abis nonton Resident Evil ato I Am Legend… lagi - lagi end of the world yang harus ngelibatin zombie - zombie, pembantaian dimana - mana, bedanya zombie disini ber evolusi dan membunuh dengan kekuatan pikiran. Lebih maju dan berkesan intelektual lah. Buat tambahan kamus fiksi ilmiah bagus kok, klo kita mau tau teori database komputer yang dijejali ke otak manusia, berikut efeknya. Jadi, bisa dibilang bagus ga?…
-humble room, pas iseng-
…tubuh keras itu terhempas ke dinding metal dibelakangnya. Sementara dinding metal disebelahnya menampilkan siluet samar tubuh keras tersebut yang dihimpit oleh tubuh molek dihadapannya. Dengan tinggi tubuh lebih pendek, kedua tangan berjemari lentik itu merenggut kerah kemeja berdasi longgar si pria. Gadis itu melumat bibirnya, membenamkan wajah berpipi lembutnya ke wajah si pria, yang garis tegas rahangnya makin terlihat jelas karena menahan serangan tiba - tiba seperti pendengar lounge terkejut oleh intro rock agresif progresif. Giginya gemeletukan dan oksigen seperti hilang dari udara saat hidung meruncing halusnya terhalang hidung mungil si gadis. Kedua tangannya menggapai mencari pegangan, tapi hanya dingin dinding metal yang ia dapati. Ingin rasanya ia mendorong tubuh rapuh itu menjauh, tapi tak kuasa karena nikmat dibuatnya. Seperti kerbau dicocok hidungnya, kini ia merasa seperti pendengar blues yang sedang tinggi karena bius bising atmosfer rock yang membuat kalbunya menyepi.
Gadis itu terus menghimpit si pria, dinding metal itu dingin dirasa punggungnya. Dengan kedua tangan kini menapaki dinginnya dinding metal yang disandari si pria, gadis itu seolah - olah ingin terus mendorong tubuh si pria keujung dunia, hingga terjatuh dan ingin tertawa puas dibuatnya. Dunia yang dibatasi empat sisi dinding metal sedingin batu kalung hippies dengan tekstur licin kaca, membentuk box seluas dua kali dua. Sebuah lift. Dini hari pukul dua, tidak ada yang lain selain keduanya, dan lampu menyala pada angka dua puluh tiga. Sementara tombol dengan simbol pintu tertutup, telah terhalang telunjuk tangan kanan beruas lebar si pria.
Kini ia dapati tangan kirinya menekan erat pinggang si gadis ketubuhnya sendiri. Ia ingin teggelam. Ia ingin terus sesak napas oleh ciuman yang dihujamkan sigadis. Kini tangan kanan sigadis menarik rambut keras beraroma studio line L’oreal itu kearah kanan, yang ia yakin setelah permainan ini usai, rambut itu akan terurai peluh dan menampilkan tekstur aslinya yang lembut, ia merasa ingin menelan habis bibir si pria. Sementara telapak tangan kirinya terus meresapi dingin dan licinnya dinding lift itu, memberi keseimbangan antara dingin dinding dan panas tubuh akibat aksi agresif, si gadis merasa belum saatnya terhanyut. Maka ia menggigit kecil bibir bawah si pria serta menarik kearah dirinya. Memberi sedikit waktu bagi si pria untuk menerima udara kedalam dadanya. Sebelum akhirnya kembali melumat rakus bibir si pria kini dengan mulut terbuka.
Lalu gadis itu main lidah dan mulut si pria dibuatnya basah. Lidahnya meluncur disela - sela gigi si pria, menimbulkan sensasi seperti tersengat listrik yang mengejutkan sluruh atom sel tubuhnya berakhir pada pangkal pahanya, dimana ia dapati bagian dari tubuhnya mengeras saat ia dapati si gadis telah menyelipkan paha kirinya diantara kedua kakinya disana. Udara seperti tersedot habis dari rongga dada si pria dan ia rasa hampa pada paru - parunya, saat si gadis menggesek kaki kiri yang terselip diantara kedua kaki si pria pada tubuhnya. Seiring gesekan tubuh si gadis pada tubuhnya, ia rasakan ujung puting yang mengeras terhimpit buah dada yang mengembang dibalik blus putih si gadis, menghimpit lembut dadanya yang bidang. Kemeja linen putih itu terlalu tipis dan jas ini berbahan buruk pikirnya, karena ia bisa merasakan lembut tubuh molek si gadis yang masih utuh terbalut setelan kerja rapi. Tangan kiri si pria turun menyusuri lekuk pantat yang terbalut rok span itu dan meraih kaki kanan sigadis, meraih kepinggangnya dan menariknya lebih dalam kearah tubuhnya.
Si gadis beralih menciumi pipinya, meraih keatas kearah kupingnya, menjilatinya dan dengan satu jilatan panjang meninggalkan basah disana. Si pria menunduk melihat kebawah, masih dengan pusing yang meraja ia merasa harus mengecek apakah sesuatu yang mengeras dibalik celananya kini tengah menyembul tanpa malu - malu. Mulutnya terbuka lebar dengan napas tersengal merasa harus mengambil udara sebanyak - banyaknya. Shit! pikirnya, yang ia lihat malah sembulan dada si gadis yang membelah indah menghimpit dadanya.
Merasa udara yang diambilnya masih kurang, si pria mendongak keatas, memperlihatkan jakunnya yang kini diciumi sigadis. Tangan kirinya tak kuasa menelusuri kebalik rok span itu, mendapati kulit yang halus ditangannya, darahnya seperti membeku. Matanya membelalak menyembunyikan bagian hitamnya dibalik kelopak mata dan meninggalkan hanya bagian putihnya. Mulutnya terbuka dan napasnya masi tersengal saja, maka tangan kiri itu membelasuk semakin dalam menemukan karet dan menarik ujungnya, dimana ia dapati kulit dibaliknya sangat kenyal dan lembut. Kenyamanan sedikit ia rasakan, maka itu napasnya perlahan teratur dan matanya perlahan tertutup. Sigadis berhenti, tersenyum dan meraih pipi si pria dengan tangan kirinya kearah wajahnya. Mengulum bibirnya, dan menciumnya dengan lembut. Sementara si pria masi dengan mata terpejam, merasai ingin memenuhi telapak lebar tangannya dengan kulit lembut kenyal itu. Jadi ia menggenggam dan menariknya lembut. Memutarnya dengan telapak lebar tangannya dan memberikan sensasi panas dingin pada si gadis. Sigadis yang masih menciumi, terkejut dan menarik wajahnya sambil membuka mata. Menyusuri bibir pada wajah tampan itu dengan jemari lentiknya sambil tersenyum. Wajah itu masi juga menikmati dengan mata terpejam,
“Can’t wait to feel me, do ya?!”, bisik adrienne pada kekasih tampannya.
Keduanya tersenyum, si pria masi dengan mata terpejam. Adrienne mencium lembut kekasihnya yang masih tersenyum dengan mata terpejam, yang merasa kalah dengan indah. Simponi rock orkestra telah dimainkan dan ending jazz lounge berakhir dengan manis. Adrienne menoleh kekanan, siluet samar terbayang pada dinding lift. Siluet pada dinding lift yang beku membisu.
-humble room, suatu pagi saat maskeran-
I’ve cried before… yesterday noon… for no reason… then unfortunately this morning… I found my one n only sister’s package of her precious moments… guess what… I’m not in there… there are her friends as brothers n sisters… her mum.. ours of course… but I’m not there… I get used to this… the idea of having emotionally killed… but when she wrote ‘this is my mum… my hero’ but where is ‘my sister’ ?!… I cried in silence… don’t you know dear?!… I sacrificed myself to you?!… I had done everything to make you stay in purity.. stay in prosperity… eventhough I couldn’t gave you luxury… I don’t want to be called ‘hero’… but at least you know I’m exist… but never… you hate me already and always… as I said :
…punya saudara dari rahim berbeda,
yang tak pernah menganggapku ada…
I’ve cried before… as my bestfriend said… ‘hatilu tahu sebelum kesulitan itu datang… dan menangis duluan… tapi otaklu belum tau kenyataan… karna logika clueless ga bisa diperkirakan…’
I’ve cried before… loudly in my loneliness
I’ve cried after… in silence
-humble room, 0309′08, with heartache and sleepiness-
I can’t accept the fact that..
I understand men more than themself…
people are change..
men are lying..
and love isn’t always at its place…
I’m not a lousy kisser doesn’t make myself not single..
I’m great in bed doesn’t make myself have a husband…
I can’t trust on men anymore..
as my eyes burned with tears…
just me, myself and I to make single become triple…
Adrienne menghirup dalam – dalam aroma kaos putih tanpa lengan itu. Ia membenamkan hidungnya dalam buntelan kaos putih itu, yang sebelumnya diambilnya dari jemuran. Tercium bau wangi deterjen, wangi pewangi, dan sedikit bau matahari. Tapi yang terpenting, wangi samar – samar yang membuatnya rindu. Rindu pada pemilik kaos itu, sang kekasih. Dan ia benci karena Grenouille benar, bahwa linen memang menangkap aroma dengan sangat baik. Dicuci pun, aroma sang kekasih masih dapat dihirupnya dan memuaskan sedikit dahaganya akan kerinduan terhadap sang kekasih.
Perlahan frame – frame yang bergerak semakin cepat berputar dalam benak Adrienne. Memperlihatkan wajah dan postur sang kekasih. Kekasih yang berwajah seperti diukir. Kekasih yang berhidung meruncing halus, berlekuk bibir dalam, berdagu belah, bermata menyipit dengan bola mata bulat besar dan sorot mata tajam. Kekasih yang membawa kehangatan dan kedamaian dihati Adrienne hanya dengan menatap pada matanya. Menikmati lekukan sempurna diwajah kekasihnya, setidaknya sempurna menurut Adrienne. Postur yang tinggi dengan lengan – lengan kuat tempat Adrienne biasa bersandar dan menikmati aroma ini. Teringat pada kelakuan – kelakuan konyol dan menghibur sang kekasih. Kerut – kerut dan lesung pipi yang tercipta di wajah sang kekasih setiap ia tersenyum ataupun tertawa. Sungguh kombinasi yang menyenangkan menurut Adrienne, sedikit mengerikan bagi orang lain, tapi tetap manis bagi Adrienne.
Lalu Adrienne mulai ngeri sendiri. Tak ingin seperti si fiksi Grenouille, wallahu alam kita tak pernah tau makhluk itu benar – benar pernah hidup dimuka bumi ini atau tidak. Tapi jelas, ia telah merasakan hal yang sama, tidak, hanya sedikit dari bakat yang dipunyai Grenouille. Jadi kaos putih itu hendak dilipatnya rapi. Karena frame – frame lain yang memuakkan benaknya mulai muncul. Frame yang jelas lebih mendekati kenyataan tepat saat ini. Frame yang memuat sang kekasih tengah bersama wanita lain, wanita yang lebih sah dari dirinya sendiri. Wanita keparat yang telah dinikahi kekasihnya selama 14tahun, tak bisa mensupport kekasihnya. Dan masih juga harus dimiliki kekasihnya, itupun karena keterbatasan Adrienne sendiri. Adrienne menghentikan alur benaknya disini. Tak ingin direpotkan dengan pikiran – pikran lain yang memberatkannya selama dua tahun ini. Melipat kaos putih itu, dan melemparnya kesudut lemari. Dan suatu saat akan mencarinya lagi, jika sang kekasih datang mengunjungi.
Recent Comments